Senin, 13 Juni 2011

Buku Harian Kecil Untuk Tuhan (Cerpen)


Buku Harian Kecil Untuk Tuhan

Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar, dan dua mata untuk melihat. Tetapi, mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping hati lagi pada seseorang untuk kita mencarinya.

Pemuda itu terus menggeluti laptopnya. Masih sibuk dengan markalah kuliah yang ditugaskan oleh seorang dosen pengajarnya. Sementara waktu terus berputar, hingga jarum jam telah menunjuk kearah angka 12, tengah malam.

Sejenak, ia merebahkan tubuhnya ke tempat tidur. Ia menemukan sebuah buku kecil milik kekasihnya. Berwarna pink keungu-unguan. Ia mengambilnya dan mulai merubah posisi tidurnya menjadi duduk. Pemuda itu tersenyum tatkala melihat foto kekasihnya terpampang didepannya.

-

4 juni 2008

Tuhan, hari ini adalah hari dimana aku mengetahui nilai Ujian Nasional tingkat SMP. Aku senang. Hasilku sangat memuaskan. Aku membuat mama dan papa bangga saat ini. Terimakasih Tuhan..

8 Juni 2008

Tuhan, mama dan papa sudah memilihkan sekolah baruku. Sempat aku ragu bisa masuk situ atau enggak. Tapi, tadi sore, aku dapat kabar bahwa aku diterima disana. Ini semua berkatMu. I really really love you <3

9 Juni 2008

Aku benci hari ini. Masa mama sama papa mengajakku ke dokter lagi? Padahal, mereka berdua sudah janji tak akan membawaku kesana setelah operasi itu selesai. Kata mama, itu Cuma control. Tapi sama saja, aku tetep gak mau berurusan lagi sama dokter. Karena dokter buat aku kesakitan. Tuhan, aku sudah sembuh kan? Iya kan?

14 Juli 2008

Hari pertama sekolah. Melelahkan. Tapi aku senang. Tuhan, terimakasih banyak. Semua ini karenaMu. Aku bisa berkumpul layaknya orang normal disini. Dan aku sadar sekarang, betapa berharganya kesehatan yang engkau berikan. Xoxoxo.

15 Juli 2008

Tuhan, jangan akhiri hari ini. Hari ini sungguh berharga. Lambatkan waktu ini. Jangan engkau biarkan dia menjauh dariku. Aku nyaman bersamanya =))

16 Juli 2008

Tuhan.. cinta itu apa sih? Bisa gak, engkau menjawabnya? Sekali saja. Aku mohon ={

17 Juli 2008

Cinta. Dia dapat mengubah rasa pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Ini jawabanmu dari pertanyaanku malam itu kan? =))

26 Juli 2008

Tuhan, aku minta maaf ya, aku jarang curhat sekarang. Hampir satu minggu, hehe. Tuhan memaafkanku kan? Terimakasih =) kali ini aku mau curhat lagi. Emmm, jangan ketawa ya? Hmm, seorang pemuda yang hampir sebulan ini selalu mengisi kekosongan dalam hidupku, dia, dia menyatakan cintanya padaku. Tuhan, tahu aku menjawab apa kan? Aku jawab, iya. Entah mengapa kata-kata itu terlontar begitu saja dimulutku. Tuhan juga mau Bantu aku kan? Bantu aku jaga hubungan kita ya.. Xoxoxo

27 Juli 2008

Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Kalau tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan didalam dirinya. Aku menerimanya. Karena kelebihannya juga karena kekurangannya. Love love love <3

30 Juli 2008

Tuhan.. Ini sakit.. Sakit sekali.. Aku gak mau sakit, Tuhan. Aku masih ingin bersamanya, lebih lama lagi =’)

2 Agustus 2008

Jangan menangis dibawah langit malam yang indah ini, jangan menangis. Aku hanya meninggalkan dia sebentar saja. Aku akan kembali lagi. Aku mengusap air mata yang membanjiri pipinya. Dia memelukku, kuat sekali. Dia berkata “Kamu pasti kuat.” Mungkin. dia sudah tahu bahwa aku sakit parah. Jangan menangis.. Aku baik-baik saja. Tuhan, Bantu aku meyakinkannya. Aku tak ingin dia menangis dihadapanku. Kumohon.

3 Agustus 2008

Tuhan, engkau pasti tahu aku berada dimana saat ini. Aku berada di Rumah Sakit. Kata dokter, kondisiku melemah, dan aku dianjurkan untuk tetap berbaring. Dokter bohong, Tuhan. Buktinya malam ini aku bisa duduk,berarti, kondisiku masih baik kan? Entah mengapa, malam ini, aku merindukan sosok dia disisiku Tuhan. Aku kangen =))

5 Agustus 2008

Aku baru mengerti bahwa aku difonis dokter terkena penyakit kangker hati jenis Angiosarkoma. Kangker yang jarang, yang berasal dari pembuluh darah dihati. Dokter sudah melakukan terapi pembedahan dua bulan lalu, tapi itu belum bisa membuatku sembuh total. Kata dokter, aku hanya bisa bertahan bebarapa bulan setelah terapi pembedahan. Itu artinya, umurku tinggal beberapa hari ini. Apakah itu benar, Tuhan? Semoga itu bohong. Semoga itu tidak benar. Karena jujur, aku takut mati, Tuhan. Aku takut kehilangannya!

6 Agustus 2008

Dia datang. Jauh-jauh dari Indonesia ke Singapura hanya untuk menjengukku. Saat ia masuk ke ruanganku,matanya berbinar terang. Ia memelukku dalam diam. Ia duduk disampingku, menggenggam jemariku, membelai rambut indahku. Tiba-tiba aku bertanya apakah dia mencintaiku? Dia jawab iya. Kemudian aku menceritakan semua tentang penyakitku, dan sisa umurku yang hanya menghitung hari itu, dia memahami. Saat ku berkata “Kamu jadian sama adikku yang bernama Ify mau kan?” dia menggeleng keras. Aku berkata lagi padanya “Kalau kamu cinta sama aku, lakukan itu ya, buat aku tenang dialam sana.” Sakit. Rasa ini sungguh amat sangat perih, tuhan. Tapi ini terbaik, agar dia tak tenggelam dalam kesedihan =’)

8 Agustus 2008

Tidak, kami tidak pernah memutuskan ataupun mengakhiri hubungan kami. Kami masih bersama sampai saat ini. Tetapi, dia telah menggandeng tangan adikku satu-satunya yang bernama Ify. Yah, sesuai dengan kemauanku, aku menginginkan mereka berdua jadian, menjadi seorang kekasih. Dan saat ini aku tak lagi takut mati, Tuhan. Karena dia tak sendirian lagi. Aku siap mati =)

Untuk Alvin, jaga adikku ya. Sayangi dia seperti kamu menyayangiku. Jangan samakan dia denganku, karena dia bukan aku. Lupakan aku yang sudah tiada ini. Tapi, simpanlah aku dalam kenangan. Aku sayang kamu. Sivia love Alvin <3

-

Alvin menambahkan suatu tulisan dibawah buku harian Sivia “26 Juli 2010. Alvin love Sivia. Happy anniversary yang ke 2 tahun ya sayang.. Love you {}”

Tell me why, you’re so hard to forget
Don’t remind me, I’m not over it
Tell me why, I can’t seem to face the truth
And I really don’t know what to do
I’m just a little too not over you
Not over you..
(David Archuleta – A little too not over you-)

***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar